Satu hal yang paling mengganggu dalam hidup kita adalah “masalah”. Apapun itu, masalah selalu membuat kita merasa terkungkung, merasa terpenjara, membuat kita tidak dapat bernapas dengan lega, membuat gerakan kita terbatas, terhambat, menjadi lebih waspada apabila kita akan melangkah lagi, karena ketakutan kita bila melakukan kesalahan lagi yang justru membuat masalah itu semakin besar.
Namun bagaimana bila masalah tersebut melibatkan keluarga, pasangan, sahabat kita? Bagaimana kita akan bertindak apabila satu langkah kita yang salah dapat menghancurkan kehidupan orang-orang yang kita sayangi, yang kita cintai?
Pengalaman ini dialami oleh saya. Dengan mengambil keputusan yang salah, kini saya harus menghadapi masalah besar dimana sahabat saya harus menanggung akibat dari kesalahan saya. Bukan saya tidak bertanggung jawab dalam penyelesaian masalah tersebut, namun saat ini gerakan saya masih sangat terbatas, belum dapat sedikitpun, setidaknya mengurangi tingkat kesalahan saya yang saya akui sudah terlalu kompleks.
Lalu, bagaimana solusinya? Entahlah, bahkan hati kecil saya pun belum dapat menjawabnya walaupun keyakinan saya bahwa Allah SWT pasti akan memberikan jalan keluar terbaik untuk umatnya yang terkena musibah, cobaan, teguran, ataupun hukuman. Yang saya yakini saat ini adalah bahwa Allah tidak mungkin memberikan ujian –dalam bentuk apapun– kecuali kita sanggup untuk menghadapinya.
Dengan usaha saya yang saya akui masih jauh dari maksimal, saya tetap berdoa kepada Allah SWT agar dapat diberikan jalan keluar terbaik, terutama untuk membantu sahabat saya yang terkena imbas dari kesalahan saya, agar beliau dapat jauh lebih sabar, dapat jauh lebih menerima, dan dapat jauh lebih memaafkan hingga saya akhirnya dapat menyelesaikan masalah tersebut.
“Tuhanku…aku tidak layak untuk Surga-Mu, tapi aku tidak pula sanggup menanggung siksa Neraka-Mu, maka dari itu, karuniakanlah ya Allah, pengampunan kepadaku, ampunkanlah dosaku, Sesungguhnya Engkaulah pengampun dosa-dosa besar”
“Ya Allah saya berlindung kepada Engkau dari kesusahan dan kesedihan, saya berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan, saya berlindung kepada Engkau dan kepengecutan dan kekikiran, dan saya berlindung kepada Engkau dari himpitan hutang dan paksaan orang.”Amiiiinnn……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar